Peran Indonesia dalam Konflik Thailand dan Kamboja

Konflik perebutan wilayah perbatasan dan candi Preah Vihear antara Thailand dan Kamboja merupakan tantangan bagi Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk turut berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan ASEAN. Penanganan konflik tidak saja diupayakan melalui pendekatan diplomasi oleh Indonesia dan kedua negara yang berkonflik, namun disaat yang sama konflik tersebut turut melibatkan satuan artileri dari kedua belah pihak dan mengakibatkan saling baku tembak pada April 2011. Akibat dari insiden tersebut, maka dapat kedua negara telah melakukan pelanggaran terhadap komitmen Deklarasi Bali Concord II. 

Deklarasi Bali Concord II telah mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk berkomitmen agar setiap sengketa atau konflik yang menyangkut negara-negara ASEAN harus diselesaikan secara damai. Negara-negara ASEAN harus menggunakan mekanisme hubungan bilateral dan internasional, tidak terkecuali untuk penyelesaian konflik Thailand dan Kamboja. Deklarasi Bali Concord II sendiri seharusnya dapat menjadi pedoman bagi negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk berperan aktif mendorong kedua negara menyelesaikan konflik secara damai.

Selain Deklarasi Bali Concord II, ASEAN telah memiliki prinsip dan kebijakan Masyarakat Keamanan ASEAN (MKA) yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mendorong upaya penyelesaian konflik. Prinsip dan kebijakan MKA tersebut diantaranya :

1.   Penyelesaian perselisihan secara damai;

2.   Dewan Tinggi TAC sebagai lembaga pelaksanaan penyelesaian perselisihan damai;

3.   Menghormati kedaulatan negara anggota;

4.   Non-interferensi;

5.   Pembuatan keputusan atas dasar musyawarah mufakat;

6.   ASEAN Regional Forum sebagai wahana untuk meningkatkan kerjasama politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.

Kasus konflik Thailand dan Kamboja adalah salah satu contoh tantangan bagi Indonesia sebagai ketua ASEAN untuk berperan aktif menyelesaikan konflik pada tingkat kawasan. Indonesia sebagai ketua ASEAN telah berupaya mendorong kedua negara agar penyelesaian konflik dilakukan melalui jalan damai. Indonesia juga telah berikhtiar bahwa kasus konflik ini tidak perlu dibawa ke tingkat internasional seperti DK-PBB dan Indonesia juga telah mendapatkan kepercayaan dari DK-PBB untuk menyelesaikan konflik diantara kedua negara tersebut. Maka dengan demikian, peran Indonesia untuk mendorong penyelesaian konflik diantara kedua negara tidak saja mendapatkan sorotan dari sesama negara-negara ASEAN saja, tetapi peran Indonesia juga mendapatkan sorotan dari lembaga internasional seperti PBB.   

 Written by Hadidarma Ramadhani

About these ads

3 thoughts on “Peran Indonesia dalam Konflik Thailand dan Kamboja

  1. Perkembangan terakhir, kedua negara kini berupaya menyelesaikan konflik melalui pendekatan bilateral. Salah satunya melalui Pertemuan Komite Daerah Perbatasan (RBC) dengan isu penarikan mundur kedua pasukan negara Thailand dan Kamboja. Walaupun demikian, pembicaraan mengenai penarikan mundur pasukan juga tidak terlepas dari dorongan internasional, seperti ASEAN dan PBB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s