Bahasa Indonesia di Tengah Pusaran Bahasa Internasional

Diakui bahwa bahasa Inggris, Cina, Rusia, Spanyol dan Perancis adalah bahasa resmi di dalam lembaga internasional seperti PBB dan sebagai bahasa internasional. Bahasa-bahasa tersebut diatas tentunya tidak secara serta merta menjadi bahasa resmi internasional. Terdapat proses yang cukup panjang dan latar belakang sejarah tertentu agar suatu bahasa dapat menjadi bahasa internasional. Sebut saja bahasa Cina, bangsa Cina adalah salah satu bangsa terbesar di dunia dan pengguanaan bahasanya telah menyebar secara pesat ke seluruh penjuru dunia. Besarnya perkembangan bahasa Cina tersebut telah mendorong dunia internasional untuk menetapkan bahasa Cina sebagai salah satu bahasa internasional.

Disamping bahasa Cina, bahasa Inggris juga memiliki perjalanan yang panjang untuk diakui sebagai bahasa internasional. Pengaruh besar bahasa Inggris dimulai ketika tatkala runtuhnya kekaisaran Napoleon serta bangkit dan terkonsolidasinya kekuasaan Inggris di berbagai Negara Asia, Afrika dan benua Amerika. Dalam perkembangan selanjutnya, dengan masuknya Amerika ke dalam arena hubungan internasional dengan negara-negara yang berbahasa Inggris yang telah ikut serta secara aktif dalam percaturan dunia, maka popularitas bahasa Inggris sebagai suatu transaksi diplomasi pada tingkat menengah telah meningkat dengan pesat.

Bahasa-bahasa tersebut tidak saja dipergunakan sebagai bahasa internasional atau bahasa pemersatu bangsa-bangsa pada tataran diplomasi saja, tetapi bahasa-bahasa tersebut kini tengah berkembang secara pesat di dalam masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Koentjaraningrat seperti yang dikutip oleh Abdul Chaer dalam bukunya Sosiolinguistik bahwa bahasa adalah bagian dari kebudayaan dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat dengan kebudayaan. Hubungan bahasa dan kebudayaan adalah hubungan yang subordinatif dimana bahasa berada dibawah lingkup budaya. Maka dengan demikian, bahasa dapat dipergunakan sebagai salah satu alat untuk memperkenalkan suatu kebudayaan.

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing yang perkembangan penggunanya paling pesat di dalam masyarakat Indonesia dibandingkan bahasa asing lainnya. Perkembangan penggunaan bahasa Inggris oleh masyarakat Indonesia (khususnya masyarakat di kota-kota seperti Jakarta, Denpasar dan Yogyakarta) dapat dilihat dari maraknya informasi, berita dan pesan yang disampaikan oleh stasiun televisi swasta, media cetak, iklan-iklan di jalan dan berbagai yang menggunakan kata serapan berbahasa Inggris, film-film impor berbahasa Inggris, dll, sehingga secara tidak langsung mendorong masyarakat Indonesia untuk mengetahui dan mempelajari budaya bangsa lain.

Penggunaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya dalam pergaulan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia seringkali dicampur adukan dengan bahasa Indonesia, sehingga struktur kata bahasa Indonesia tidak dipergunakan secara baik dan benar. Bahasa Indonesia kini tengah pesatnya menyerap kata-kata serapan dari bahasa Inggris, misalnya : “update, sinkronisasi, standby, diskriminasi, dll” dan hal tersebut banyak dipergunakan di kota-kota besar seperti Jakarta. Penggunaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya di era-globalisasi kini tidak dapat terhindarkan oleh masyarakat Indonesia. Era globalisasi, melalui kemajuan teknologi internet, dll telah berperan besar dalam penyebaran informasi berbahasa asing dan memaksa masyarakat Indonesia untuk mengetahui dan memahami bahasa asing.

Bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa Indonesia, dan Indonesia sendiri memiliki kekayaan bahasa daerah. Indonesia memiliki lebih dari 500 bahasa daerah dan perbendaharaan kata dari masing-masing bahasa daerah sangat mungkin untuk diserap ke dalam bahasa Indonesia. Namun faktanya masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan menyerap bahasa asing untuk menambah perbendaharaan kata bahasa Indonesia dibandingkan menyerap dari bahasa daerah Indonesia sendiri.

Alangkah ironisnya ketika bahasa Inggris diwajibkan sebagai salah satu bahasa yang wajib dipelajari oleh seluruh siswa di Indonesia, namun banyak sekolah-sekolah di daerah tidak mewajibkan siswa-siswanya untuk mempelajari bahasa daerah. Akibatnya, bahasa Inggris menjadi lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dibandingkan bahasa daerah.

Ditengah pesatnya bahasa asing yang masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia sebenarnya masih memiliki peluang untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang sejajar dengan bahasa-bahasa lainnya, seperti bahasa Inggris dan bahasa Cina. Potensi tersebut dapat dilihat dari penduduk masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 230 juta jiwa. Namun potensi jumlah penduduk Indonesia yang besar tersebut akan sia-sia bila tidak adanya kesadaran dan kebanggaan masyarakat Indonesia untuk menggunakan, mengembangkan dan mempromosikan bahasa Indonesia seperti apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Cina.

 

 

2 thoughts on “Bahasa Indonesia di Tengah Pusaran Bahasa Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s